Rabu, 23 Mei 2012

Memori Otak

Filed under: psikoneurologi
Memori otak manusia kerjanya mirip dengan memori komputer. Pada komputer, memorinya disebut RAM (Random Access Memory) berfungsi merekam, memelihara dan memanfaatkan informasi baru. Pada manusia, fungsinya lebih luas lagi mencakup perbendaharaan kata, pengetahuan bahasa, semua informasi yang telah kita pelajari, pengalaman hidup pribadi, segala kemahiran yang telah dipelajari dari mulai berjalan, berbicara hingga prestasi musik dan olahraga.

Klasifikasi Memori. Para ahli membagi memori otak manusia menjadi dua yaitu memori jangka pendek (short term memory) dan memori jangka panjang (long term memory). Memori jangka pendek adalah memori yang cepat diingat, cepat lupa dan kapasitasnya terbatas, sedangkan memori jangka panjang adalah memori yang lambat dilupakan dan kapasitasnya tidak terbatas. Memori jangka panjang dibagi menjadi dua yaitu memori deklaratif (eksplisit) dan memori non deklaratif (implisit/prosedural). Memori deklaratif/eksplisit adalah memori yang dimaksud seperti kebanyakan orang dengan memori. Memori deklaratif/eksplisit disimpan di dalam korteks serebral tepatnya di hipokampus. Memori deklaratif/eksplisit dibagi lagi menjadi dua, yaitu memori episodik dan memori semantik. Memori episodik adalah memori tentang pengalaman-pengalaman anda sendiri yang biasanya berhubungan dengan riwayat hidup. Memori semantik berisikan jumlah total pengetahuan yang anda miliki seperti perbendaharaan kata, pemahaman matematika dan segala fakta yang kita ketahui. Memori non deklaratif/implisit/prosedural berisikan antara lain kemahiran, kategori, priming, hubungan dasar dan keterbiasaan (classical conditioning

Meningkatkan Memori Otak Dg Bermain


memori otakMemori otak bisa ditingkatkan dengan  puluhan metode yang efektif yang dapat anda gunakan untuk meningkatkan memori otak dengan berbagai strategi. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan ingatan anda. Berikut beberapa pendekatan dasar yang bisa anda lakukan secara bertahap.
Mengurangi atau berhenti total mengkonsumi minuman beralkohol, karena minum minuman beralkohol   secara berlebihan akan mengurangi fungsi memori manusia . Untuk meningkatkan memori Anda tidak perlu untuk berhenti minum sama sekali tetapi untuk meningkatkan kesehatan tubuh alangkah lebih lebih baik jika anda terbebas dari minuman beralkohol sepenuhnya.
Untuk berfungsi lebih baik otak membutuhkan dua hal yaitu oksigen dan gula. Oleh karena itu, hal mendasar lain untuk memiliki ingatan yang baik adalah tercukupinya kedua komponen di atas. Olah raga setiap hari membuat anda mendapat cukup oksigen. Bahkan hanya denga berjalan cepat selama satu jam sehari cukup untuk meningkatkan peredaran darah dan oksigen ke otak. Pastikan juga anda mendapatkan karbohidrat cukup dan menu yang seimbang dan sehat setiap harinya.
Kemampuan memori otak manusia dan fisik anda bisa ditingkatkan dengan latihan-latihan ringan yang dilakukan secara rutin. Ini penting sekali, kaki anda tidak akan menjadi lebih kuat dengan duduk di kurs begitu juga dengan otak anda tidak akan menjadi lebih kuat dengan tidak aktif.
Cara terbaik untuk meningkatkan memori otak antara lain dengan  permainan teka-teki kata atau  nomor setiap hari. Atau dengan mengerjakan teka-teki silang, teka-teki Sudoku, dan jigsaw puzzle yang semua kegiatan membuat memori anda menjadi lebih kuat.

Tips Cara Meningkatkan Memori Otak Alami Tips Memperkuat Memori Otak.

Saat ini tidak hanya orang tua yang bermasalah dengan memorinya. Tapi orang-orang yang masih muda pun bisa cepat sekali lupa. Untuk itu ketahui cara rahasia meningkatkan atau memperkuat memori otak. Baca Tokek Obat AIDS Harga Terbaru Tokek Rp 1,4Juta RM500 Per 100 Gram Info Terkini dan Mitos AIDS Fakta Penyakit HIV Aids Infeksi Virus Paling Mematikan di Dunia.
Beberapa penyakit terkait dengan memori seperti Alzheimer atau demensia yang membuat seseorang kehilangan memorinya. Untuk itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam membantu meningkatkan memori seseorang.
Seperti dikutip dari Askmen, ada 4 tips cara rahasia yang bisa meningkatkan memori otak manusia, yaitu:
Permen karet
Percaya atau tidak, permen karet sebenarnya bisa meningkatkan kewaspadaan dan memori menjadi lebih baik. Hal ini berdasarkan hasil dua penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Appetite tahun 2002 dan 2004.
Dalam studi ini, orang yang mengunyah permen karet selama tahap pembelajaran tes tertentu memberikan hasil yang lebih baik. Kondisi ini kemungkinan karena mengunyah permen karet dapat meningkatkan denyut jantung yang kemudian meningkatkan aliran darah ke otak.
Latihan atau berolahraga
Selama ini orang melakukan olahraga agar bisa mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat, tapi ternyata olahraga juga bisa memiliki rahasia sebagai penambah memori. Bahkan dengan mengurangi beberapa kalori di dalam tubuh bisa membantu seseorang mengingat dimana ia meletakkan kunci.
Olahraga yang dilakukan tak perlu mahal atau berat, tapi dengan berjalan kaki, naik tangga atau bersepeda bisa menjadi penambah ingatan yang lebih baik dibanding tidak sama sekali.
Kafein
Meskipun banyak yang memperdebatkan keuntungan dan bahaya dari kafein, tapi tidak ada yang bisa membantah efek kafein terhadap kewaspadaan dan penambah memori. Berbagai studi yang dilakukan dalam 5 tahun terakhir menunjukkan kafein dapat meningkatkan memori jangka pendek dan melindungi perempuan dari kehilangan memori.
Agar bisa mendapatkan manfaat yang optimal dari kafein, usakahan untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang aman dan tidak berlebihan. Hal ini untuk menghindari efek negatif dari kafein bagi tubuh.
Tidur siang
Rahasia yang satu ini mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat. Padahal tidur siang bisa meningkatkan memori deklaratif (memori yang berguna untuk menyimpan fakta-fakta). Jika sudah bekerja keras seharian, jangan ragu untuk tidur siang sejenak. Tapi pastikan untuk tidak tidur lebih dari 45 menit, hal ini untuk menghindari tidur yang terlalu dalam sehingga menghilangkan manfaatnya bagi memori. detik.com
Memori Otak, Kartu Memori, Cara Meningkatkan Memori Otak Alami, Tips Memperkuat Memori Otak, Pengertian Memori, Otak Bagai Memori Komputer

Daftar hasil pencarian:

cara menambah memori otakcara memperkuat memori otakcara memperkuat memoricara menanmbah memori otakcara untuk meningkatkan memori otakobat tradisional untuk menguatkan nmemory otakpengertian memori otak
Related ads TIPS MENINGKATKAN MEMORI OTAK ALAMI Cara Memperkuat Memori Otak

Selasa, 15 Mei 2012

Ciri-ciri Orang yang Sedang Berbohong dan Cara Mengetahuinya

Pernahkah anda berhadapan dan berbicara dengan seseorang lalu merasa bahwa ada sesuatu yang disembunyikan atau tidak dikatakan dengan sebenarnya? Bila menyangkut hal yang penting, tentu saja kebohongan tersebut dapat menyebabkan masalah yang besar. Lalu, pernahkah anda mengamati diri sendiri ketika sedang berbohong? Apa yang anda lakukan dan dengan cara bagaimana anda mengatakan kebohongan? Seringkali kita tidak menyadari bahwa ada sikap dan gerak-gerik tertentu ketika seseorang sedang berbohong. Jika ini disadari, maka kemungkinan orang yang bohong akan sangat lihai dalam berbohong. Namun bagi yang kurang bisa berakting, menyembunyikan kebohongan secara sadar justru akan menyebabkan kekakuan dan menjadi signal yang gampang diketahui indikasi kebohongannya. Nah, bagi kita yang ingin mengetahui bahwa seseorang berbohong atau tidak, menyadari hal-hal tersebut dapat mempermudah kita untuk mendeteksinya

Cara dan ciri yang akan disampaikan berikut bukan tanpa dasar. Jika anda mengamati dan gemar menonton film, sinetron, drama, atau acara apapun yang dibalut dengan akting, pasti anda sepakat bahwa semua yang dilakukan para aktor/aktris adalah berbohong. Benar kan? Mereka tidak sedang menjadi diri mereka sendiri dan memerankan tokoh serta cerita yang dibuat. Ada yang meyakinkan, ada pula yang meragukan. Nah, berdasarkan sedikit dari apa yang saya pelajari dalam dunia teater serta psikologi, berikut cara mengetahui orang berbohong:

1. Ketahuilah cara dia biasanya berbicara
Sebagai seorang teman, anda pasti mengetahui cara biasanya sahabat atau orang yang anda kenal ketika berbicara. Ada hal-hal yang khas dari setiap orang ketika mengujarkan sesuatu, baik ketika sedih, senang, marah, dan lain sebagainya. Biasanya ciri ini juga diikuti dengan gesture khusus, seperti gerak bibir, tangan, badan, mata, alis dan lain sebagainya yang satu sama lain memiliki perbedaan. Cara-cara yang tidak sama dengan cara yang biasanya dilakukan ketika berbicara bisa menjadi petunjuk awal.

2. Perhatikan tekanan-tekanan dalam pola bicaranya
Seseorang yang berada dalam tekanan dan desakan psikologis juga mengalami tekanan fisik tertentu sebagai imbasnya. Misalnya detak jantung yang meningkat dan aliran darah yang cepat. Hal ini mempengaruhi aktivitas fisik lainnya, dalam hal ini adalah aktivitas berbicara. Orang yang berbohong cenderung memiliki nada bicara dan tekanan yang tidak wajar. Hal ini dikarenakan oleh tekanan serta pertimbangan pikiran yang tarik ulur dalam menyatakan kebohongan. Pada dasarnya, menyatakan kebohongan adalah hal yang secara alamiah akan memberikan tekanan sekaligus pada kondisi psikologi, fisik, serta mental. Oleh karena itu, tekanan yang muncul lebih besar,

3. Lihatlah beberapa pertanda dan gesture (gerak-gerik) khusus yang muncul.
Berikut ini adalah beberapa pertanda dan gesture yang seringkali dijumpai pada orang yang sedang berbohong;
  • Gerak tubuh yang minim atau sama sekali tidak bergerak atau justru bergerak secara berlebihan. Orang yang sedang berbohong cenderung 'membeku', tidak sering berhadapan dengan lawan bicara,dan berusaha meminimalisasi gerak tubuhnya. Ada pula yang justru bergrak secara berlebihan. Semua itu adalah usaha untuk menghindari munculnya tanda-tanda bahwa dia sedang berbohong. Namun, hal ni justru juga bisa menjadi petunjuk bahwa seseorang sedang berbohong.
  • Tidak ada kontak mata. Orang sedang berbohong seringkali menghindari kontak mata. Secara naluriah, dia akan menghidari tatapan mata lawan bicaranya. Kontak mata dalam berbicara merupakan pendukung dan juga menyimpan informasi tambahan ketika berbicara. Dengan melakukan kontak mata, seseorang yang sedang dibohongi akan menangkap signal informasi yang tidak sinkron dengan apa yang diucapkan. Itulah mengapa kemudian ada juga ilmu ilmiah membaca pikiran orang lain melalui kontak mata.
  • Gesture bagian tubuh lain yang menunjukkan rasa tertekan. Misalnya mengkukur2, memainkan kuku jari, mengedipkan mata secara berlebihan, menelan ludah berkali-kali, dan gerakan lain yang dilakukan berulang-ulang. Perasaan takut, gugup, tidak nyaman, serta bayangan tentang apa yang akan terjadi jika dia diketahui berbohong akan membuat orang mengalami tekanan yang tinggi dan melakukan hal-hal yang sebenarnya menunjukkan kegelisahan.
  • Melihat ke bagian kanan atas. Melihat ke arah ini diasosiasikan sebagai usaha untuk memperkerjakan dan mengolah otak kanan untuk memunculkan imajinasi, yaitu usaha untuk membuat jalinan cerita berdasarkan apa yang telah diceritakannya. Sebaliknya, melihat ke bagian kiri disosiasikan sebagai usaha memanggil memori untuk menyatakan kebenaran/jalinan cerita yang sesungguhnya.
  • Mata yang terbuka lebar dan memasang tampang innocent (tidak bersalah). Kebiasaan di masa kecil yang masih kita bawa sekarang adalah membuka mata selebar-lebarnya dan membuat tampang innocent, seolah-olah hendak berkata, "Siapa? ....Aku yang bersalah?!" Hal ini sering kita lakukan pada saat kecil dulu ketika mama memergoki ada sebungkus roti gede yang hilang dari kulkas. !(^^)
  • Bicara yang tersendat-sendat (paused). Tidak semua orang memiliki bakat yang besar dalam membuat cerita serta berbicara dengan lancar pada saat berbohong. Sehingga, seringkali ditemui pembicaraan yang dihentikan sejenak dan dalam tempo yang tidak wajar. Biasanya terjadi ketika suatu bagian cerita bohong hendak dilontarkan, yaitu ketika dia sedang berusaha mengarang suatu jalinan cerita. Di sinilah biasanya cerita yang disampaikan mulai tidak konsisten dan berubah-ubah.
  • Menyentuh hidung dan menutup wajah atau mulut. Ini juga merupakan bawaan sejak kecil, yang merupakan respon reflektif ketika seseorang ingin menutup-nutupi sesuatu.
  • Nada bicara yang tinggi. Orang yang berbohong cenderung menaikkan nada bicara. Baik karena sebagai usaha menegaskan informasi yang disampaikan, emosi yang meningkat, maupun tekanan yang tinggi. Hal ini akan sangat mudah diketahui apabila anda telah mengenal kebiasaan berbicara lawan bicara.
4. Mengurangi/menghilangkan informasi yang harus disampaikan.
Berbohong tidak hanya dengan mengucapkan hal yang tidak sebenarnya, namun juga dengan menghilangkan informasi yang seharusnya dikatakan pada lawan bicara. Indikasi ini sebenarnya justru lebih mudah diketahui karena biasanya jalinan informasi/atau cerita yang disampaikan menjadi tidak utuh dan menimbulkan banyak pertanyaan. Pertanda-pertanda tersebut di atas masih tetap akan muncul. Setelah menyampaikan informasi dengan gaya yang meyakinkan, dia akan melakukan gesture-gesture tertentu, misalnya menyentuh hidung atau menutup mulut/wajah.

5. Tanyailah orang yang anda duga berbohong.
Tentu saja cara ini juga akan mengundang resiko besar. Apabila, ternyata lawan bicara anda tidak berbohong, maka cara ini akan membawa dampak buruk. Oleh karena itu, pergunakan cara ini juka anda telah mendapatkan banyak pertanda di atas dan anda yakin benar bahwa lawan bicara anda telah berbohong. Akan tetapi, membiarkan dan tidak menanyai orang yang sedang berbohong pun juga akan berdampak sangat buruk, terutama bagi si pelaku. Oleh karena itu, cara ini juga merupakan solusi agar si pelaku kebohongan mengaku dan masalah kemudian dapat dicarikan solusi untuk diselesaikan.

6. Gunakan Intuisi.
Percaya atau tidak, manusia diciptakan memiliki intuisi. Selain itu, manusia diciptakan untuk mengatakan kebenaran. Oleh karena itu manusia pada dasarnya susah untuk melakukan kebohongan dan sulit untuk dibohongi. Intuisi sama sekali berbeda dengan nafsu, karena nafsu berkaitan dengan keinginan, sehingga bersifat subjektif. Sedangkan intuisi bersikap objektif dan tidak berdasarkan dengan keinginan. Jadi merasa dibohongi dan berprasangka dibohongi tidaklah sama. Sebelum meyakini diri anda dibohongi, tanyakanlah pada diri anda apakah ini karena prasangka ataukah karena intuisi anda. Meskipun anda pada akhirnya tidak tahu apakah anda dibohongi dengan adanya bukti, tapi setidaknya anda tahu bahwa seseorang sepertinya sedang berbohong pada anda sehingga anda tidak akan mempercayainya begitu saja.

Anda Anda dapat mengetahui seseorang berbohong atau tidak dengan melihat matanya

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara Anda. Mengapa demikian?
Ketika menjawab pertanyaan dan bola mata orang tersebut bergerak ke arah kirikemungkinan jawabannya jujur. Sedangkan bila bergerak ke arah kanankemungkinan orang itu sedang mengatakan sesuatu yang bohong atauberbohong. Hal ini karena bagian otak kiri berfungsi sebagai Auditory Memory, sedangkan otak kanan untuk kreatifitas. Maka bila bola mata ke kiri, berarti dia berusaha mengingat sedangkan sebaliknya jika bola mata ke arah kanan berarti dia sedang menyusun atau menggambarkan sesuatu sebagai jawaban yang lain. Hal ini karena bagian kreatifitasnya sedang bekerja untuk mengarang suatu cerita bohong.
Ciri fisik lainnya ketika seseorang sedang berbohong antara lain:
  • Badan berkeringat.
  • Napas mulai berat.
  • Nada suara berbeda seperti meninggi atau monoton.
  • Badan dan wajah terlihat kaku khususnya bagian dahi dan bibir.
  • Tangan banyak bergerak misalnya memegang sesuatu, saling menggosok-gosokkan tangan, menggosok hidung, atau menutup mulut.
  • Si pembohong tanpa disadari akan meletakkan benda-benda seperti cangkir, kertas, bolpen, atau benda lain sebagai pembatas.
  • Coba ubah topik pembicaraan, jika ekspresinya terlihat lega, berarti ia sedang berbohong. Namun jika ia mengembalikan ke topik semula, berarti ia sedang berkata jujur.

Hati-Hati! Berbohong “Putih” Ke Balita


Kesulitan menjawab atau menjelaskan sesuatu menggoda kita untuk berbohong “putih” pada balita 

Vaira (4 tahun) protes saat menemani Bundanya ke supermarket. “Bunda bohong. Tadi pas Adel minta mainan katanya nggak punya uang.  Sekarang kok Bunda mau belanja-belanja.?”

Orangtua terkadang menemui kesulitan saat menjawab pertanyaan anak atau memberi alasan terhadap suatu tindakan. Itu yang membuat, sadar atau tidak sadar, kita melontarkan bohong putih alias berbohong untuk tujuan baik. Bohong putih atau white lies sebenarnya tidak jahat, hanya lebih mempermudah pembicaraan, menyederhanakan masalah atau melindungi kepolosan anak yang belum cukup umur untuk mengerti topik pembicaraan tertentu.

Selama ini banyak orang menganggap sesekali bohong putih itu tidak apa-apa. Namun dari sisi psikologi perkembangan anak, bohong putih tetaplah suatu kebohongan yang bisa berdampak negatif bagi balita, karena:
  • Tidak mengajarkan anak patokan moral yang baik dan buruk, dengan cara tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
  • Membuat anak menerima pesan yang salah dan membingungkan, yang dapat memengaruhi mereka dalam kehidupan bermasyarakat kelak (penelitian Profesor Gail Heymandari Universitas California, AS, pada 130 anak dan orangtuanya mengenai ‘bohong putih’).  
  • Menimbulkan tanda tanya dan rasa tidak nyaman pada anak, karena anak usia 4-5 tahun sebenarnya mulai paham apakah seseorang tengah berbohong atau tidak, lewat kata-kata atau bahasa tubuh orang tersebut.
  • Membuat anak meniru cara yang dicontohkan orangtuanya jika kelak ia berada di situasi yang sama.
  • Membuat anak tidak belajar mengembangkan nalarnya, karena dia seolah-olah dibungkam dengan jalan pintas. Padahal, anak seharusnya memiliki kemampuan analitik untuk belajar mengapa begini mengapa begitu.
  • Memutus rantai komunikasi antara orangtua dengan anak, karena anak “dipaksa” percaya begitu saja pada apa yang dikatakan orangtua dan digiring untuk berhenti bertanya.  
Ahli perkembangan anak menyatakan, yang terbaik sebenarnya adalah menghindari berbohong. Selalu jawab dengan jujur dan beri anak penjelasan sesuai kemampuannya menyerap informasi. Cara itu akan lebih membangun komunikasi timbal balik antara anak dengan orangtua dan menjadikannya individu yang lebih cerdas dan kritis.