Selasa, 15 Mei 2012

Hati-Hati! Berbohong “Putih” Ke Balita


Kesulitan menjawab atau menjelaskan sesuatu menggoda kita untuk berbohong “putih” pada balita 

Vaira (4 tahun) protes saat menemani Bundanya ke supermarket. “Bunda bohong. Tadi pas Adel minta mainan katanya nggak punya uang.  Sekarang kok Bunda mau belanja-belanja.?”

Orangtua terkadang menemui kesulitan saat menjawab pertanyaan anak atau memberi alasan terhadap suatu tindakan. Itu yang membuat, sadar atau tidak sadar, kita melontarkan bohong putih alias berbohong untuk tujuan baik. Bohong putih atau white lies sebenarnya tidak jahat, hanya lebih mempermudah pembicaraan, menyederhanakan masalah atau melindungi kepolosan anak yang belum cukup umur untuk mengerti topik pembicaraan tertentu.

Selama ini banyak orang menganggap sesekali bohong putih itu tidak apa-apa. Namun dari sisi psikologi perkembangan anak, bohong putih tetaplah suatu kebohongan yang bisa berdampak negatif bagi balita, karena:
  • Tidak mengajarkan anak patokan moral yang baik dan buruk, dengan cara tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
  • Membuat anak menerima pesan yang salah dan membingungkan, yang dapat memengaruhi mereka dalam kehidupan bermasyarakat kelak (penelitian Profesor Gail Heymandari Universitas California, AS, pada 130 anak dan orangtuanya mengenai ‘bohong putih’).  
  • Menimbulkan tanda tanya dan rasa tidak nyaman pada anak, karena anak usia 4-5 tahun sebenarnya mulai paham apakah seseorang tengah berbohong atau tidak, lewat kata-kata atau bahasa tubuh orang tersebut.
  • Membuat anak meniru cara yang dicontohkan orangtuanya jika kelak ia berada di situasi yang sama.
  • Membuat anak tidak belajar mengembangkan nalarnya, karena dia seolah-olah dibungkam dengan jalan pintas. Padahal, anak seharusnya memiliki kemampuan analitik untuk belajar mengapa begini mengapa begitu.
  • Memutus rantai komunikasi antara orangtua dengan anak, karena anak “dipaksa” percaya begitu saja pada apa yang dikatakan orangtua dan digiring untuk berhenti bertanya.  
Ahli perkembangan anak menyatakan, yang terbaik sebenarnya adalah menghindari berbohong. Selalu jawab dengan jujur dan beri anak penjelasan sesuai kemampuannya menyerap informasi. Cara itu akan lebih membangun komunikasi timbal balik antara anak dengan orangtua dan menjadikannya individu yang lebih cerdas dan kritis.

Bohong putih itu boleh ya

Seorang teman bertanya,
“Bohong putih itu boleh ya?”
Bohong putih? Apa itu?
Ternyata maksudnya adalah kebohongan yang dilakukan untuk tujuan kebaikan. Lebih lanjut dia juga mengatakan bahwa bukankah kejahatan putih juga boleh dilakukan. Apalagi itu? Tidak beda jauh, yaitu kejahatan yang dilakukan demi kebaikan.
Apa-apaan tuh . . Masa kebaikan diperoleh melalui kebohongan, kejahatan, yang notabene adalah perbuatan yang salah. Mana boleh begitu.
Itu lho, seperti film Robin Hood.
HA?

Mampu mengetahui seseorang sedang berbohong

Mampu mengetahui seseorang sedang berbohong kepada anda akan sangat membantu kehidupan anda menjadi lebih baik. Coba anda bayangkan sebentar saja …
- Apakah anda mempunyai perasaan yang tidak nyaman jika anda tidak dapat segera mengetahui bahwa seseorang sedang menceritakan sebuah kebohongan kepada anda?
- Apakah anda menjalani sebuah
 kehidupan dimana anda berkomunikasi dengan banyak orang dan seringkali anda mempunyai sebuah perasaan sepertinya seseorang sedang berbohong kepada anda tetapi anda tidak dapat mengidentifikasinya siapa?
Sebetulnya jawabannya adalah sederhana. Lihatlah gerak-gerik lawan bicara anda, lihatlah mata dan senyumannya. Kenapa? Karena ….. bahasa tubuh tidak dapat berbohong.
Saya yakin kita semua pernah mendapatkan suatu pengalaman dimana kita mendengarkan seseorang bercerita dan meskipun kata-katanya terdengar masuk akal dan nyata, tetapi ada ‘sesuatu’ yang memberitahukan kepada kita bahwa sepertinya orang ini tidak menceritakan sebuah kebenaran. ‘Sesuatu’ ini sebetulnya adalah sebuah pesan dari otak yang ingin melindungi kita. Otak kita mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk membaca dengan cepat semua yang kita lihat serta menguraikan tanda-tanda/sinyal-sinyal. Semakin sering kita melatih otak kita untuk menganalisa sesuatu, semakin cepat dan akurat kemampuan otak kita.
Ada 2 cara orang-orang saling berinteraksi: kata-kata dan bahasa tubuh. Kadang-kadang satu dari dua cara ini mendominasi yang lain, tetapi biasanya mereka bertindak bersama-bersama. Secara singkat cara kerjanya adalah sebagai berikut : setelah otak menganalisa kata-kata dan bahasa tubuh lawan bicara kita, otak akan mengirimkan suatu pesan kepada kita, yang akan membuat kita bereaksi positif atau negatif seperti kecurigaan, keyakinan atau keraguan.
Ketika 2 cara ini, kata-kata dan bahasa tubuh memperlihatkan suatu sinkronisasi, artinya kita dan lawan bicara kita berhasil mendapatkan suatu komunikasi yang efektif dan informasi yang disampaikan adalah sebuah kejujuran. Tetapi bagaimana jika ada kontradiksi antara kata-kata yang diucapkan dengan cara kita mengucapkannya? Saya pernah membaca bahwa ada lebih dari 1 juta bahasa tubuh. Jadi kita disini berbicara tentang tanda-tanda/sinyal-sinyal yang luar biasa banyaknya. Tetapi sekali lagi seperti yang telah saya katakan diatas, semakin sering kita menganalisa bahasa tubuh ini, semakin pandai juga kita mengartikan apakah lawan bicara kita sedang bicara kebohongan atau kejujuran. Kadang-kadang kita harus mengkombinasikan 2 sampai 3 bahasa tubuh untuk mendapatkan suatu kesimpulan yang akurat.
Sebelum kita berbicara lebih lanjut bagaimana mengetahui seseorang berbohong atau tidak, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu 4 tipe pembohong :
1. Pembohong Sesekali
Kita semua pasti pernah melakukan kebohongan selama hidup. Pembohong sesekali tidak biasa berbohong, hanya karena beberapa alasan mereka melakukannya, mungkin karena ingin melindungi dirinya, temannya, orang yang ia cintai atau seseorang yang lain. Perlu diketahui bahwa di balik setiap kebohongan selalu ada ketakutan. Ketakutan untuk menghadapi suatu kenyataan. Pembohong sesekali memikirkan betul-betul apa yang akan diucapkannya sehingga tampak masuk akal. Tetapi karena mereka tidak biasa berbohong, bahasa tubuhnya tetap memperlihatkan banyak tanda/sinyal yang menunjukkan bahwa mereka sedang berbohong. Sehingga tidak terlalu sulit mengidentifikasi tipe pembohong seperti ini.
2. Pembohong Berkali-kali
Pembohong berkali-kali adalah orang-orang yang berbohong ‘dengan teratur’. Tidak seperti pembohong sesekali, pembohong berkali-kali tidak mempunyai waktu untuk berpikir tentang kebohongan karena mereka berbohong sepanjang hidupnya. Tetapi mereka sebetulnya menyadari bahwa mereka berbohong. Orang-orang ini sering terjebak dengan tindakan yang mereka lakukan yang tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan.
3. Pembohong Alami
Pembohong alami adalah orang-orang yang berbohong secara terus menerus dan seringkali mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbohong. Bahasa tubuh mereka pun terlihat sangat alami, karena terbiasa berbohong. Namun ketika mereka ditekan dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyudutkan, bahasa tubuhnya memperlihatkan adanya kontradiksi yang mengidentifikasikan bahwa mereka sedang menyembunyikan sesuatu. Tipe pembohong alami agak mirip dengan pembohong berkali-kali. Mungkin anda pernah mendengar istilah ’sok tahu’, ya ini adalah salah satu contoh tipe pembohong alami.
4. Pembohong Profesional
Jenis pembohong ini berbohong untuk suatu tujuan tertentu atau sengaja ingin mengelabui kita. Mereka mempelajari segala kemungkinan dan mengetahui persis apa yang ingin mereka ucapkan. Mereka membuat skenario, memperhitungkan resiko kegagalan dan membuat rencana-rencana cadangan. Meskipun mereka terlatih untuk menggunakan bahasa tubuhnya, tetapi selalu ada ada hal kecil yang terlewatkan oleh mereka. Kita dapat mengetahui hal-hal kecil tersebut dengan sering mengamati tentu saja. Salah satu contoh tipe pembohong seperti ini adalah salesman, mohon maaf sebelumnya yang saya maksudkan disini adalah salesman yang terlalu berlebihan mempromosikan suatu produk padahal produknya sendiri mempunyai kualitas yang sangat rendah. Contoh yang lain adalah para politikus yang korup, mereka sengaja mengelabui publik untuk kepentingan pribadi.
Bagaimana anda dapat mengetahui bahwa seseorang sedang berbohong?
Tidak harus menjadi seorang psikolog untuk dapat mempelajari dan mengetahui bahwa seseorang sedang berbicara kebohongan atau kejujuran. Seorang psikolog yang sudah mahir dapat mengetahui persis pasiennya sedang berbohong atau tidak, seperti psikolog yang mewawancara Putri Diana saat itu. Dia menyatakan bahwa Putri Diana berkata jujur ketika diwawancarai perihal perselingkuhan suaminya, Pangeran Charles.
Anda pun bisa menganalisa seperti itu dengan latihan yang terus menerus tentu saja. Psikolog pun bisa karena mereka terbiasa membaca dan menganalisa orang setiap harinya.
Seperti yang telah disebutkan diatas ada 1 juta bahasa tubuh yang berbeda, saya akan merangkum beberapa yang umum saja yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong atau tidak :
1. Posisi tubuh dapat menjadi bukti yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong, karena disadari ataupun tidak disadari ada hubungan yang kuat antara pikiran dan ekspresi.
2. Nafas yang tiba-tiba. Dalam setiap kebohongan, detak jantung akan meningkat dan nafas akan menjadi dangkal/cepat. Biasanya pembohong akan mengambil nafas dalam-dalam untuk menenangkan perasaannya. Cara ini juga yang diterapkan oleh mesin pendeteksi kebohongan, yaitu dengan mengukur detak jantung orang yang sedang diinterogasi/diwawancara.
3. Kegelisahan di bagian-bagian tubuh. Hal ini dapat terlihat dengan berbagai cara, tergantung dari orangnya. Gerakan yang gugup akan menarik perhatian kita terutama dapat kita rasakan ketika kita berbicara dengan seseorang yang kita kenal dan orang tersebut melakukan gerakan yang tidak seperti biasanya. Berikut adalah contoh kegelisahan di bagian-bagian tubuh :
- Gerakan tubuh yang maju-mundur, apakah dalam posisi duduk maupun berdiri.
- Posisi yang tiba-tiba berubah. Sebagai contoh, lawan bicara kita sedang menyilangkan salah satu kakinya diatas kaki yang lain, dan ketika mulai menjawab pertanyaan kita, dia merubah posisi kakinya. Orang yang berbohong, sekalipun dia seorang profesional, akan merasakan ketidaknyamanan ketika dia berbohong. Tubuh akan selalu menyesuaikan perasaan kita tanpa kita sadari, jadi posisi yang tiba-tiba berubah ini adalah sinyal yang baik yang menunjukkan bahwa seseorang sedang berbohong.
- Gerakan-gerakan yang tidak disadari dari tangan dan kaki. Sebagai contoh: menggoyangkan kaki, menggoyangkan tangan diatas meja, kedua tangan direkatkan kuat-kuat, kedua paha saling menekan bersama-sama. Jika lawan bicara kita sedang dalam posisi duduk dan kemudian ia merubah arah telapak kaki ke arah yang lain, itu juga merupakan tanda bahwa orang tersebut sedang berbohong.
- Senyuman yang palsu. Senyuman identik dengan keakraban dankepercayaan, dan para pembohong seringkali menyalahgunakannya. Jadi bagaimana membedakan senyuman pembohong? Para pembohong biasanya akan tersenyum cukup sering dan tiba-tiba, yang sebetulnya tidak pada tempatnya dia harus tersenyum.
- Terlalu banyak aksi-aksi ’sok akrab’, seperti : menepuk punggung anda, menyentuh anda ataupun mendekatkan posisinya pada anda. Lawan bicara anda akan merasa kikuk ketika berbohong sehingga mereka akan menyembunyikan kekikukannya dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut. Akan sangat sulit memutuskan bahwa seseorang sedang berbohong jika dia melakukan tindakan-tindakan yang bersahabat seperti itu. Ini adalah respon manusia yang alamiah. Tetapi tetap perlu diingat, bahwa jika anda merasa bahwa keakraban dari lawan bicara anda sudah berlebihan, berhati-hatilah.
Satu lagi, sebuah kata bijak yang sangat populer mengatakan bahwa “ketika seseorang berbohong akan terlihat jelas di matanya.”, mungkin anda juga pernah mendengarnya. Tapi bagi saya cara ini cukup sulit dilakukan dibandingkan cara-cara diatas.

Rabu, 25 April 2012

Waspadalah!



Manusia cenderung mudah tersentuh oleh kisah dramatis, romantis dan heroisme.
Dan ketika membaca kisah tersebut, orang cenderung tidak menganalisa kebenarannya.

Waspadalah!
http://www.facebook.com/hypnosistem

Kamis, 19 April 2012




Hypnosis booming di indonesia
Perkembangan ilmu seni komunikasi bawah sadar atau sering disebut dengan hypnosis, kini telah  banyak memikat  hati anak negeri untuk dapat mempelajarinya. Tak dapat dipungkiri, ini dibuktikan dengan semakin banyaknya para hypnotis (baca: ahli hipnosis) muda yang bermunculan di negeri ini.
Dimulai dari karir seorang master hypnosis Indonesia Romy rafael yang telah membuat jutaan mata terbelalak dengan aksi-aksi stage hipnosisnya yang sangat luar biasa.
Pria kelahiran Surabaya 12 Juli 1977 itu mengasah keahlian hypnosisnya di beberapa institute yang ada di negeri paman sam amerika, diantaranya adalah  hypnotism training institute dan ultimate stage hypnotism institute. Ia belajar disana lebih dari empat tahun lamanya, dan kemudian mengaplikasikan keilmuanya dipanggung entertainment negeri yang populer dan digemari banyak kalangan masyarakat. Romy pun pernah secara rutin mengisi program acara televisi di beberapa stasiun televisi swasta di Indonesia dan aktivitas ini dilakoninya hingga sampai pada saat ini.
Berbeda dengan indra majid, ia adalah seorang hipnotis muda sekaligus trainer hipnoterapi  dan juga pembicara public. pemuda berusia 25 tahunan itu juga seorang president director indonesian hypnosis association (IHA) yang berkantor pusat di jln. raya welahan-jepara km. 2, jepara, jawa tengah. lelaki yang akrab dipanggil dengan nama indra ini lebih  suka mengaplikasikan keilmuan hipnosisnya pada pelatihan-pelatihan yang diadakan setiap bulan yang bertempat di semarang dan jakarta. Ada 3 jenis pelatihan yang disediakan oleh tim manajemen IHA, yaitu: pelatihan umum bersama 20 orang, pelatihan privat (pelatih bisa diundang ke rumah), serta pelatihan jarak jauh melalui dvd dan buku.

Tidak kalah pomor dengan romy Rafael dan indra majid yakni Yan Nurindra, seorang yang diberi julukan “The Dean of Indonesian Hypnotists” merupakan sosok yang lekat dengan perkembangan ilmu hypnosis modern di Indonesia.  Ia telah mengajarkan ilmu hypnosis diberbagai strata dan kalangan, dari mulai pebisnis, dosen hingga artis, dan ia juga merupakan trainer yang telah memiliki jumlah alumni terbanyak di lingkup asean. Itulah sebabnya mengapa julukan “The Dean of Indonesian Hypnotists” dilekatkan padanya. Dan masih banyak lagi nama-nama hipnotis muda yang bakal menggegerkan bumi Indonesia.
Sebenarnya fenomena apa  yang terjadi, ketika seorang dihipnosis hingga mau menuruti apapun yang dikatakan oleh seorang hipnotis ???? Ternyata fakta membuktikan bahwa kondisi hypnosis merupakan fenomena alami yang setiap hari terjadi pada diri kita. Misalnya ketika kita sedang melamun, kondisi ketika kita  akan tidur yang masih bisa mendengar suara dari luar diri kita, kondisi ketika kita bangun tidur tetapi kita masih malas untuk bangun, ketika kita melihat film dan terlarut dalam alur ceritanya sehingga kita menampilkan ekspresi terharu, geram, bahagia, sedih itu semua merupakan kondisi hipnosis.
Banyak sekali masyarakat kita yang miskonsepsi mengenai hypnosis. Ada yang mengatakan bahwa hipnosis adalah praktek supranatural / klenik, hipnosis melibatkan makhluk halus, hypnosis adalah penguasaan pikiran dan lain sebagainya, namun semua hal itu adalah salah, karena ilmu hypnosis merupakan suatu keilmuan yang benar-benar ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan.
Jika dipandang dari kaca mata ilmu hypnosis otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, Yang pertama adalah conscious mind (CM) pikiran yang bertugas untuk mengkritisi informasi yang masuk, hitungan, detail, berargumen, berinteraksi dengan sesama dll. subconcious mind (SM) pikiran yang  berfungsi menyimpan informasi jangka panjang dan unconscious Mind (UN). Yang terjadi ketika seseorang dihipnosis adalah seorang hipnotis membay pass pikiran sadar subjek untuk menembus pikiran bawah sadar sehingga sugesti atau informasi yang diucapkan oleh hipnotis langsung bisa dimengerti oleh pikiran bawah sadar subjek tanpa ada penolakan dari pikiran sadar (pikiran kritis) si subjek.
So, disini semua sudah terang, Apakah anda merupakan calon seorang hipnotis berikutnya????

Pembuat artikel

M. KHoirul Afif
Mahasiswa STIS SBI Surabaya, smstr V
Tlpn 031 78385125 / HP : 085732507330

Selasa, 17 April 2012

Hidup adalah PARADOKS

Hidup adalah PARADOKS antara INGIN yang LEBIH BAIK DARI yang ADA SAAT INI dan SEKALIGUS bisa MENERIMA YANG ADA SAAT INI APA ADANYA ...

Di satu sisi kita sebaiknya MENERIMA KEHIDUPAN kita SAAT INI APA ADANYA 100% tapi kita juga berupaya agar BESOK KEHIDUPAN kita LEBIH BAIK DARI HARI INI ...

SUKSES dan BAHAGIA memiliki prinsip yang "seolah" berlawanan ... Tapi keduanya merupakan kebutuhan manusia ... Keduanya "berlawanan" sekaligus saling melengkapi ... Itulah PARADOKS ...

*paradoks.hakikat
Arif Rh